Minggu, 17 September 2023

Kalau cinta, tak mungkin rela menjerumuskan yang dicintai pada hal yang Allah tak suka

Katanya cinta, tapi ngajak maksiat belaka, katanya cinta, tapi rela melihat si dia terjerumus pada lubang api neraka, lantas letak cinta nya dimana?

Alih-alih mengatasnamakan cinta, padahal karena perasaan yang tengah membuncah, tak tertahankan. Alih-alih mengatakan atas dasar sayang, lantas menerobos jalur yang telah Allah larang.

Cinta itu fitrah, namun bisa jadi masalah bila direalisasikan dengan cara yang salah, tak ada yang melarang "kau tidak boleh jatuh cinta", namun kau dilarang mendekati ketika belum siap menikah.

Karena bila mendekat ketika belum siap, lantas selanjutnya mau bagaimana?

Jangan bermudah-mudahan dengan kalimat; cuma chattingan doang, cuma temenan doang ko, karena semua bisa berawal dari hanya sekedar temen dan sekedar chattingan.

Kalau cinta, ya buktikan, dengan Halalkan atau Tinggalkan, bukan dengan, jalanin aja ya, kita liat aja kedepannya gimana.

Karena laki-laki yang dilihat adalah tanggung jawabnya, sedang perempuan yang mesti dijaga adalah izzah dan iffah serta muruahnya.

Penyesalan itu hadirnya dibelakang, tersebab itu, pikirkanlah dari sekarang, adakah manfaat dari pacaran? Kalaupun ada, tanyakan lebih banyak manfaat atau mudharat nya, sebelum benar-benar datang nya hari penyesalan, maka selesaikan lah dari sekarang.


Jumat, 15 September 2023

Jangan biarkan perasaan mu, mengalahkan rasa takutmu pada Allah.

Kita akan menemukan banyak pemandangan, dimana yang dulunya paling takut pada Rabb nya, justru sekarang menjadi paling liar dan menantang Rabb nya sendiri, waliyadzubillah.

Dimasa-masa sulit, dimasa-masa ujian yang seakan datang bertubi-tubi tanpa henti, memang sering kali kita merasa lelah akan hidup kita sendiri, namun itulah fungsinya engkau diuji.

Allah tau bahwa sebenarnya engkau mampu untuk melawati ujian itu, hanya saja Allah ingin tau seberapa besar dirimu bertahan dengan segala ujian itu.

Sebagai seorang anak muda, yang dimana biasanya gejolak perasaan sedang hebat-hebat nya, begitu pun ujian yang sebegitu luar biasa, Allah seakan mengujimu tanpa henti lewat kehidupan pun dengan hatimu sendiri.

Kau seakan tak sanggup untuk menjalani ujian ini sendirian, kau seakan butuh seseorang yang mengerti akan apa yang sedang engkau rasakan, berbagi kepahitan pun kebahagiaan, kau butuh pendengar yang baik, yang bisa membuat hatimu sedikit tentram.

Aku mengerti sekali perasaan mu, lelah ya, diusia muda ini, ternyata Allah beri ujiannya tak main-main, engkau kelelahan bukan, kau butuh seseorang, tapi ingat lah duhai kawan, jujurlah pada hatimu, yang kau butuhkan ini adalah partner hidup dalam jalan halal atau bukan.

Jangan biarkan perasaan mu, mengalahkan rasa takutmu pada Allah, Allah hanya sedang mengujimu, dan sebenarnya kau ini butuh Allah bukan selain itu, jadi jangan kau larikan semua masalah mu, pada manusia yang kau suka itu, ketika jalan menuju halal masih jauh.

Karena bila sedikit saja dirimu membuka pintu, kau akan semakin mempersilahkan nya masuk pada kehidupan mu, dan kalian akan terjebak dalam satu hal yang telah Allah haramkan itu.

Bertakwalah kepada Allah, bertakwalah kepada Allah, sudah cukup hidup mu saja yang berantakan, jangan biarkan akhirat mu pun ikut berantakan, jangan pernah ugal-ugalan dijalan kemaksiatan, seberani itu kah dirimu duhai kawan.

Sebelum langkah mu semakin jauh, kembali lah, kembali lah, sudahi hal yang jelas-jelas kau tau bahwa itu adalah hal yang Allah tak suka, jangan biarkan perasaan mu semakin mengalahkan ketakutan mu pada Allah swt, karena tak ada yang lebih berharga selain keimanan.

Tak ada yang terlambat untuk bertaubat, sebelum nyawamu telah sampai dikerongkongan, tunggu apa lagi, bergegas lah sekarang, karena kita tak pernah tau kapan datangnya kematian.