Alih-alih mengatasnamakan cinta, padahal karena perasaan yang tengah membuncah, tak tertahankan. Alih-alih mengatakan atas dasar sayang, lantas menerobos jalur yang telah Allah larang.
Cinta itu fitrah, namun bisa jadi masalah bila direalisasikan dengan cara yang salah, tak ada yang melarang "kau tidak boleh jatuh cinta", namun kau dilarang mendekati ketika belum siap menikah.
Karena bila mendekat ketika belum siap, lantas selanjutnya mau bagaimana?
Jangan bermudah-mudahan dengan kalimat; cuma chattingan doang, cuma temenan doang ko, karena semua bisa berawal dari hanya sekedar temen dan sekedar chattingan.
Kalau cinta, ya buktikan, dengan Halalkan atau Tinggalkan, bukan dengan, jalanin aja ya, kita liat aja kedepannya gimana.
Karena laki-laki yang dilihat adalah tanggung jawabnya, sedang perempuan yang mesti dijaga adalah izzah dan iffah serta muruahnya.
Penyesalan itu hadirnya dibelakang, tersebab itu, pikirkanlah dari sekarang, adakah manfaat dari pacaran? Kalaupun ada, tanyakan lebih banyak manfaat atau mudharat nya, sebelum benar-benar datang nya hari penyesalan, maka selesaikan lah dari sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar